Why I travel?

Playing congklak with elders at Bena Village, East Nusa Tenggara
Playing congklak with elders at Bena Village, East Nusa Tenggara

“He who returns from a journey is not the same as he who left.” – Chinese proverb

Traveling teaches me that it is okay to be different with a purpose rather than becoming one who follows aimlessly. I travel for some of the many reasons. To tick off the list of must-visit places on earth. To experience new cultures. To make new friends. To seek the truth. But I mostly travel to learn about myself.

I can’t look at myself without the help of the man in the mirror; and the best mirror is connections with other people. Traveling kicks me out of my comfort zone and continuously keeps me questioning: is this really me, is this the better version of me?

But traveling is – and will always be – fun. And I can promise everyone that it is a whole new kind of fun waiting for those who open their mind and do not stop learning.

All posts | Recent posts

saya sebagai tour guide local di kepulauan seribu-pulau pramuka biasanya saya dan teman2 disini mengatasi krisis global selalu memberikan para pengunjung u/ ikut bergabung melakukan observasi (menanam bibit mangrove-transplantasi karang) dan juga wisata educasi (pemakaman dan bangunan bersejarah.
U/ memberikan penarik perhatian mereka, kami gunakan program yg kami adakan sendiri “OCEAN PARK NEMO”. Yg didalamnya berisikan tentang ilmu pengetahuan-kepedulian-kerjasama dan perlindungan.
Ocean park nemo terdiri dari berbagai transplantasi terumbu karang-anemon-dan berbagai jenis clonfish (nemo), dan setelah di tanamkan maka perawatan dan perlindungan merupakan tanggung jawab bagi para penduduk local sendiri, sehingga pada saat si pengunjung datang kembali dan berke’inginan u/ menambah hasil yg ditanamkan, masih tetap utuh terjaga.
Kami gerakkan program ini dengan harapan terumbu karang di wilayah kepulauan seribu-jakarta utara tetap terjaga dan utuh seperti dulu kala sebelum kita ada.
Dan mereka pun (para pengunjung) kami bagikan video tentang terumbu karang dgn harapan agar mereka mengerti, tanpa mereka daratan pun tidak ada.
Kami tidak bisa melakukan nya sendiri dan kami tidak sanggup membiayai itu semua, kami butuh kepedulian para pelaku wisata.

Ibrahim
0878 8646 7706
0878 8708 7500

Mas Ibrahim,
Saya setuju sekali dengan pendapatnya. Sendiri saja tidak cukup. Perlu usaha dari semua orang. Sekarang ini, yang bisa saya lakukan adalah mengetuk hati pehobi wisata untuk mulai lebih ramah dengan lingkungan (alam, budaya,masyarakat, dll) di tempat wisata.Banyak sebenarnya ide-ide yang bisa kita kerjakan bersama-sama. Tapi saya percaya, hal-hal kecil pun kalau dilakukan untuk tujuan besar, bisa membuat perubahan.

Kalo boleh, mungkin mas Ibrahim bisa meminjamkan video-nya jadi saya dan teman-teman yang mulai tersentuh bisa jadi pendukung dan pelaksana kegiatan ini? Terimakasih.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *