Travel
2

Cerita dari Secangkir Nasgithel

Hidup itu meriah. Penuh warna. Penuh rasa. Penuh pilihan. Tak heran, ketika traveling, sebisa mungkin saya melarutkan diri dalam kebiasaan penduduk setempat minum teh atau kopi. Teh dan kopi pula yang berada dalam daftar oleh-oleh kuliner saya. Tak hanya aroma dan rasanya yang layak dibicarakan, tapi juga beragam kebiasaan, sejarah hingga romansa yang larut dalam panas, legi (manis) dan kenthel (nasgithel) nya kedua minuman ini.

Travel
1

Trilogi Lasem: Cu An Kiong, Saksi Sejarah yang Tetap Tegar

Detil altar Indonesia memang majemuk. Banyak orang dan tempat yang berusaha menunjukkannya. Lasem, sebuah kota kecamatan 13 kilometer dari Rembang, justru lahir dalam kemajemukan. Tak ada rekayasa. Seluruhnya alami. Serasi.

Travel

Trilogi Lasem: Lasem, Nasibmu Kini…

Pengendara sepeda Lasem memang tidak seberuntung kawasan kota tua Jakarta yang cukup berhasil merevitalisasi beberapa bangunan tua-nya. Getir rasanya membayangkan satu per satu bangunan tua di Lasem terjual. Berapa banyak saksi sejarah – dalam bentuk artefak kuno – yang terancam hilang atau dibawa terbang.

Travel
1

Trilogi Lasem: Menanam Harapan di Lasem

Batik lasem dan warna merah-nya yang khasMendengarkan Ibu Omi bertutur sejarah batik Lasem, saya seperti terbawa ke seperempat abad silam. Saat itu, ibu tak pernah lupa mendongengkan kisah klasik Mahabarata hingga yang agak modern seperti Api di Bukit Menoreh, sesaat sebelum saya terlelap. Semua menyiratkan nilai luhur. Semua menanam harapan tinggi.