Blog
Travel

[Ambon] Ayo Nyemil

Nah, kalau ada yang ngomel karena saya ogah langsung ketemu usai traveling, itu karena saya biasanya perlu waktu minimal seminggu untuk mengembalikan berat badan ke angka semula. Apalagi pulang dari Ambon kali ini.

Read More
Travel

[Ambon] Jangan Bingung di Natsepa

Jadi, apa yang bikin rujak Natsepa sedemikian istimewa hingga penjualnya enggan mengubah resep? Bumbunya.

Read More
Travel

[Maluku] Besi yang Tak Akan Berkarat

“Besi Maluku tidak mungkin karat,” ujar Ibu Atty, pemilik toko kerajinan besi putih di salah satu sudut perempatan Trikora, Kota Ambon.

Read More
Travel

[Maluku] Emas Hijau dari Maluku

Aha. Tentu saja. Karena ternyata emas hijau ini dikembangkan di enam kawasan di luar Ambon: Pulau Buru, Pulau Seram, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat Daya.
Mengingat kembali perjalanan ke Nusa Dua, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Bali beberapa tahun lalu, nampaknya selain menjadikan rumput laut sebagai produk industri, perlu dipikirkan menjadikan rumput laut sebagai produk agrowisata.

Read More
Travel

[Ambon] Pintu Kota Sesungguhnya

Membandingkan keduanya, Pintu Kota versi underwater jauh lebih cantik, lebih berwarna sekaligus lebih menantang. Jadi, jangan cuma mengunjungi yang di atas ya.

Read More
Travel

[Ambon] Kuningnya si Nasi

Nasi kuning adalah makanan egaliter. Semua orang berhak menginterpretasi bagaimana membuat, menghidangkan hingga menyantapnya. Di atas nasi berwarna kuning, beragam isi, bentuk dan rasa lauknya tak ubahnya gambaran negeri ini, dan dalam skala lebih kecil, Maluku yang pernah – dan mudah-mudahan akan segera – jadi tempat yang pro-keberagaman.

Read More
Travel

[Ambon] (Calon) Metropolis dari Timur

Ah, lagi-lagi saya harus bertemu dengan kapitalis dari Ibu Kota yang pintar melihat peluang. “Orang Ambon itu hobi belanja. Jadi, saya bangun tempat supaya mereka bisa puas belanja,” ujar pengusahanya sembari terkekeh.

Saya ikut tertawa walau trenyuh mendengarnya. Seperti ini kah sebuah metropolis dibangun?

Read More
Travel

[Ambon] Kisah Dua Saudara

Terhanyut suasana, saya mengirimkan twit ke teman saya yang terpisah keluarganya tadi. “Di Larantuka, Paskah dijaga pemuda mesjid. Begitu juga, IdulFitri dijaga pemuda gereja. Kapan ya di Ambon bisa seperti itu?”

Read More
Travel

[Ambon] Sibu-Sibu dan Joas: Santai Saja, Bung!

Setahu saya – dan setelah dikonfirmasi staf Dinas Pertanian Provinsi Maluku – Maluku bukan penghasil kopi. Tapi, di Kota Ambon, minuman paling populer (err, setelah sopi tentunya) adalah kopi. Nongkrong di warung-warung kopi sudah jadi ritual banyak warga kota.

Read More
Travel

[Ambon] Musik, Joget dan … Sopi

Seperti masyarakat lain di Indonesia Timur, orang Ambon – dan sekitarnya – identik dengan musik dan joget. Tak hanya di tempat hiburan, di pinggir jalan, di tempat makan, di atas ferry hingga di pasar menunggu pelanggan, dimana ada musik, di situ pasti ada keriaan. Nyanyi dan joget dua hal yang patut hadir. Yang ketiga? Sopi.

Read More