Tujuh kota. Tujuh organisasi. Tujuh sesi pelatihan dan fasilitasi.

Waingapu. Kupang. Makassar. Kendari. Lombok Utara. Bali. Maumere. Walau gak diniatkan, dalam kurang dari sebulan, pekerjaan membawa saya bertemu mereka, pengurus organisasi di bagian timur Indonesia yang mau belajar dan maju.

Pak Martinus, tak lelah dia mengelola Jiro Jaro, pusat sekolah pertanian di perbatasan Maumere dan Ende. Bang Torop, pejuang hak kelola lahan petani di Konawe Selatan. Bung Andri, penggerak nelayan untuk dapat kepastian hak wilayah tangkap di perairan Kupang. Dan Dende Munipa, tak gentar mengajak teman-teman perempuannya mendapat hak berjualan ikan, pekerjaan yang katanya “cuma buat laki-laki” di Tanjung.

Bersyukur di ujung usia ini masih diberi kesempatan berkarya bersama orang-orang hebat ini. Hey malaikat, saya masih (ingin) berkarya.