Berkunjung ke Kota Ambon dan Sekitarnya

Pantai Liang
Travel

Sedikit informasi logistik (transportsi, akomodasi, obyek wisata buat yang ingin jalan-jalan ke Ambon dan sekitarnya).

Transportasi
Dari Jakarta:

  • Pesawat: Garuda, Lion Air dan Batavia (1-2 hari sekali), baik direct atau transit di Makassar atau Surabaya.
  • Kapal Laut: KM Ciremai, KM Tatamailau, KM Kelimutu, KM Siguntang, dll (cek PELNI)

Di Ambon:

  • Oto (angkot) beroperasi di dalam hingga keluar kota. Kalau di Jakarta pakai nomor atau trayek, di Ambon pakai nama (Air Salobar, Lin I/II/III, Kudamati, dll). Sebelum naik, pastikan tempat yang dituju dilewati oto ini. Seluruh oto berujung di Terminal Kota, dalam Kompleks Pasar Mardika. Ongkos minimal Rp 2.000,-
  • Bus mini melayani trayek lebih jauh hingga ke Masohi, Seram (khusus yang ini lewat Pelabuhan Tulehu dan naik ferry).
  • Ojek dan becak, khusus untuk jarak dekat. Ongkos ojek tidak jauh beda dengan Jakarta. Ongkos becak bisa lebih mahal dari ojek (kasihan kan si Bapak capek nggenjot).
  • Taxi: bukan taksi meter seperti di Jakarta, tapi mobil sewaan. Tarif standar dari kota ke bandara adalah Rp. 150.000 (per mobil, sekali jalan). JIka ingin disewa perhari tarifnya Rp. 400.000 (termasuk supir, tidak termasuk BBM). Tempat mangkal taxi biasanya di bandara dan di pertigaan di seberang Kopi Joas.

Akomodasi:

  • Hotel bintang: SwisBellhotel, Amans, Manise, Amboina, Mutiara, Orchid, Tirta Kencana (dalam kota) atau Aston Natsepa, Baguala Natsepa (arah ke pantai Natsepa).
  • Hotel melati: Beta, Wijaya I & II, Abdulalie, dll.

Obyek WIsata:

  • Pantai: Liang (direkomendasikan), Natsepa, Namalatu, Santai (Latuhalat), Pintu Kota, Hukurila.
  • Sejarah: Museum Siwa Lima, Benteng Amsterdam, Benteng Victoria, Waai (belut), Masjid Tua Hila, Tugu Pattimura, Tugu Marta Christina Tijahahu, Taman Makan Pahlawan PD II – Tantui, Tugu Dolan – Kudamati, Gong Perdamaian.
  • Pemandangan: Halong, Gunung Nona.
  • Pulau: Pulau Tiga, Pulau Pombo.
  • Menyelam: Pintu Kota, Namalatu, Airlouw, Laha (muck dive), Hukurila (underwater cave), Pulau Tiga, Tanjung Setan.
  • Lain-lain: Air Panas Waai-Tulehu, Pasar Mardika, Pasar Passo.

Info lainnya?
Silakan tanya Paman Google 🙂
Selamat jalan-jalan!


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.