[Ambon] Zoom Out Kota Ambon dari Rumah Hijau

Kota Ambon dari atas Gunung Nona
Kota Ambon dari atas Gunung Nona

Kota berkontur cenderung lebih fotojenik. Jakarta yang super-flat berusaha membangun kontur lewat gedung-gedung tingginya yang tak beraturan. Gagal. Ambon adalah salah satu kota yang dari sono-nya sudah berkontur. Cantik.

Untuk membuktikannya, teman saya, Bung Melvin, mengajak ke Gunung Nona. Melewati Kudamati dengan jalannya yang sempit, berkelok dan curam, kami berhenti di sebuah pertigaan dengan cabang jalan yang belum selesai dibangun.

Salah satu yang saya suka dari teman saya ini adalah dia malu kalau tidak kenal kotanya. Dengan isyarat mata, ia mengajak saya mencoba jalur yang belum pernah ia lalui itu. Jalan sunyi tanpa petunjuk sempat bikin kami keder untuk melanjutkan. Hingga akhirnya di sebuah kelokan tajam, pepohonan menipis dan pemandangan Kota Ambon menghampar.

“Lain kali saya akan bawa teman ke sini untuk lihat Kota Ambon,” serunya.

Tapi, Gunung Nona tetap jadi tujuan. “Biasanya orang lihat pemandangan dari menara radar,” ujarnya sembari mengarahkan mobil ke kompleks menara komunikasi Angkatan Laut di ujung jalan yang ternyata buntu.

Rumah Hijau Dinas Kehutanan, Ambon
Rumah Hijau Dinas Kehutanan, Ambon
“Ah, tertutup bangunan,” seru saya dari puncak kedua teratas menara radar. Sebenarnya, pemandangan bagus bisa saja didapat, tapi karena saat datang radar sedang berputar, saya tidak berani memanjat hingga puncak paling tinggi dan membayangkan badan terhempas jatuh ‘ditampar’ bilah radar.

Sedikit kecewa kami menyusur jalan yang sama untuk kembali. Di belokan kompleks bangunan Dinas Kehutanan, sebuah rumah panggung berwarna hijau menyembul di balik pepohonan.

Benar saja. Setelah uji nyali meniti tangga besi berkarat, pemandangan Kota Ambon tak terhalang akhirnya kami dapati. Kesibukan kapal di Pelabuhan Kota dan ferry di Pelabuhan Gallala pun terlihat jelas dengan mata. Sebagai bonus, duduk-duduk di teras rumah hijau ini ditemani angin sibu-sibu bikin lupa waktu. Gratis.


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.
No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.