[Maluku] Emas Hijau dari Maluku

Di salah satu perjalanan ke Ambon, saya diberi kepercayaan membantu Pemerintah Provinsi Maluku menyusun rencana strategis untuk menjadikan provinsi ini sebagai penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Maluku berambisi jadi penghasil rumput laut terbesar di dunia di akhir tahun 2014. Dalam angka, produksi rumput laut kering yang kini 6.000 ton/tahun bakal dikatrol hingga 90.000/tahun.

1.400% of growth in four years. Fantastic.

Tapi, kenapa ya selama di Ambon saya tak pernah melihat satupun tanda-tanda provinsi kepulauan terbesar ini sebagai penghasil rumput laut? Sebagai traveler, saya tidak melihat kegiatan budidaya rumput laut jadi tradisi, apalagi industri. Bahkan, saya pun tak melihat ada produk makanan berbahan rumput laut.

Aha. Tentu saja. Karena ternyata emas hijau ini dikembangkan di enam kawasan di luar Ambon: Pulau Buru, Pulau Seram, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat Daya.
Mengingat kembali perjalanan ke Nusa Dua, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Bali beberapa tahun lalu, nampaknya selain menjadikan rumput laut sebagai produk industri, perlu dipikirkan menjadikan rumput laut sebagai produk agrowisata.

Petani Rumput Laut (c) ILO Maluku
Petani Rumput Laut (c) ILO Maluku

Dengan rencana promosi paket perjalanan lintas pulau (island hopping, siap-siap ya…) yang sedang digarap pemerintah provinsi, berkunjung ke sentra rumput laut dan terlibat langsung dalam kegiatan produksi rumput laut – apalagi yang tradisional – pasti menyenangkan.

Di akhir pekerjaan, saya menyarankan agar emas hijau ini mulai dijadikan bagian dari keseharian masyarakat. Mulailah dari penganan yang mudah diperoleh. Rujak rumput laut, anyone?


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thoughts
Indonesia. (In)complete.

Twenty four hours was not enough to explore the City of Bengkulu, let alone the province. But twenty four hours was enough for me to say that I was inspired by a mix of worry, quirkiness, gratefulness, hatred, pride and acceptance. Life feels more present with a mix of these feelings; I felt alive too.

Thoughts
Traveling the Unknown

Very few – if any – people like to travel without itinerary, in uncertainty.

Journey
Journey to the Lesser Known: The Silk Route #1 – China

Journey to anew is always exciting as much as frightening. But, as you remember the Emperor’s last message to you, “Everyone can wander, but very few travels with a purpose.”