[Ambon] Sibu-Sibu dan Joas: Santai Saja, Bung!

Setahu saya – dan setelah dikonfirmasi staf Dinas Pertanian Provinsi Maluku – Maluku bukan penghasil kopi. Tapi, di Kota Ambon, minuman paling populer (err, setelah sopi tentunya) adalah kopi. Nongkrong di warung-warung kopi sudah jadi ritual banyak warga kota.

Kedai Kopi Tradisional Joas
Kedai Kopi Tradisional Joas
Beberapa di antaranya adalah Kedai Kopi Tradisional Joas dan Walang Kopi Sibu-Sibu. Kopi memang jadi andalan utama kedua kafe ini. Makanan kecil seperti sukun goreng, kasbi tone, koyabu, porces dan bruder sageru jadi pelengkapnya. Uniknya, jauh sebelum ada gerai-gerai kopi modern, sesungguhnya suasana santai dan ngobrol ngalor ngidul lah yang dicari pengunjung keduanya.

Berjarak hanya beberapa puluh meter di badan jalan yang sama, dua tempat minum kopi ini paling sering saya kunjungi untuk melepas lelah selama di Ambon. Uniknya, tak hanya ngobrol, meeting hingga diskusi sering terlihat di kedua tempat ini. Anggota DPRD, pekerja LSM hingga pegawai pemerintahan sering terlihat nongkrong di kedua tempat ini, terutama lepas jam kantor (koreksi: di jam kantor juga banyak).

Kopi Rarobang, andalan Walang Kopi Sibu-Sibu
Kopi Rarobang, andalan Walang Kopi Sibu-Sibu
Saya bahkan sempat melirik dan menguping sebuah golden shake ditemani senyum lebar dua orang yang akhirnya saya ketahui anggota DPRD Kota Ambon dan seorang kontraktor dari Jakarta. Wah. Selamat!

Teringat kebiasaan saya di Jakarta, kafe adalah ruang meeting saya. Ternyata, jauh sebelum ada kafe-kafe moderen, Sibu-Sibu, Joas dan deretan warung kopi di jalan-jalan Kota Ambon telah lebih dulu jadi tempat bersantai atau bekerja dengan santai.

Pilih sendiri.


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.

Halo mas ..

Ini kenari ya ? tapi mestinya tuh kopi ada rempah2nya juga. sharing dong resep nya .. 🙂

Halo mas ..

Wah, keliatannya leker … ^_^ .. Ini kenari ya ? tapi mestinya tuh kopi ada rempah2nya juga deh .. (nebak.com) soalnya kalo kopi ama gula doang, kayaknya kurang mantappp hehehehe
Sharing dong resep nya .. 🙂

Banget. Justru, yg bikin Kopi Rarobang ini enak adalah rempah-rempahnya. Katanya sih pala, cengkeh, kayu manis sama gula Saparua. Pagi ini coba bkin di rumah, tapi kayaknya gak se-nampol aslinya 🙁

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.