[Ambon] Musik, Joget dan … Sopi

Seperti masyarakat lain di Indonesia Timur, orang Ambon – dan sekitarnya – identik dengan musik dan joget. Tak hanya di tempat hiburan, di pinggir jalan, di tempat makan, di atas ferry hingga di pasar menunggu pelanggan, dimana ada musik, di situ pasti ada keriaan. Nyanyi dan joget dua hal yang patut hadir. Yang ketiga? Sopi.

Saya tidak asing dengan minuman beralkohol hasil fermentasi tanaman keluarga palem (kelapa, aren, atau lontar) ini. Sopi adalah jawaban cepat untuk menghangatkan suasana, menjembatani kekakuan hingga alat diplomasi. Terlepas fungsinya, efek sopi memang dahsyat.

Satu malam di Saparua – satu jam naik kapal cepat dari Ambon – saya larut dengan pemuda-pemuda lokal ditemani sopi. Awalnya kami cuma ngobrol ngalor ngidul (baca: nyanyi-nyanyi), joget-joget hingga akhirnya mereka mabuk.

Hari sudah menjelang pagi. Selain kota yang memang sunyi, tak banyak orang lalu-lalang lagi. Konon, efek sopi membuat (justru!) yang tidak minum lari ketakutan, menghindari pukulan atau senjata tajam peminumnya. Dengan saya, pemuda-pemuda ini anehnya tak menunjukkan tanda-tanda bahaya. (Oya, saya sudah pelajari teknik menghindari mabuk sopi, makanya bisa bikin tulisan ini )

Pukul setengah tiga pagi, kamar penginapan saya digedor-gedor. Saya pikir mimpi, ternyata pemuda-pemuda tadi sukses terkapar di luar. Mereka ingin numpang tidur di kamar saya. Untunglah pegawai penginapan berhasil ‘mengusir’ mereka baik-baik.

Sebelum melanjutkan tidur, pegawai penginapan itu menyindir saya, “Hati-hati bergaul dengan preman … dan sopi.”


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.
No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.