[Ambon] Ikan Bakar dan Colo-Colo: (Nikmatnya) Terbawa Mimpi

Panen lobster di Laut Ambon
Panen lobster di Laut Ambon
Seperti saya duga, tak sulit mencari makanan laut di Kota Ambon. Sayang memang, tak banyak tempat makanan laut yang sempat saya sambangi. Beberapa yang akhirnya saya jadikan referensi – tanpa berpromosi – adalah ‘kakak-adik’ Ratu Gurih dan Sari Gurih.

Keduanya berlokasi di pusat kota. Sebagai ‘adik’, Sari Gurih ber-setting lebih bersahaja, ‘ngumpet’ di jalan lebih sempit, dan lebih ramah dengan kantong. Ratu Gurih dengan gagah ‘nangkring’ di salah satu jalan utama Kota Ambon; senantiasa mengusik penciuman siapapun yang melintasinya.

Soal menu dan kualitas makanan, tak banyak beda. Selain ikan bakar, cobalah kepiting saus padang di Ratu Gurih. Sausnya sering diintai sebagai after-taste, pamungkas tepat menutup santap siang atau malam.

Uniknya, makanan laut paling berkesan yang saya rasakan di Kota Ambon ternyata di Pantai Santai, Latuhalat. Lobster sebesar-besar paha bayi manusia akhirnya sukses meluncur ke perut dan mematahkan kegalauan saya. Kenapa? Ya. Saya lihat sendiri bagaimana lobster-lobster itu ‘dipanen’ dari sarangnya, di kedalaman puluhan meter di bawah laut.

Setahu saya, lobster memang bukan spesies terancam. Tapi, melihat – dan mendokumentasikan – ‘pembantaian’ mereka sembari menyelam siang harinya sempat bikin saya dihantui mimpi dicapit lobster raksasa malam harinya. Benar juga kata orang, kalau sedang makan, jangan pikir bagaimana makanan itu didapat atau dibuat.

Baiknya memang lobster ini dimakan langsung di tempat seperti Sari Gurih atau Ratu Gurih. Ditemani colo-colo2, nikmatnya makanan laut Kota Ambon tak perlu menyandera diri hingga terbawa mimpi.


Lihat cerita lain dari perjalanan ke Maluku.

Waduuuh… traveler menye-menye kayak saya suruh ikutan itu? Bisa repot nanti. Adrenalin lebih ngocor kalo ketemu travel fling dibanding bungee jumping, hahahaha…..

But thanks for the compliment 🙂

Ya mas yaa… pliss… kan akan dibaca banyak orang, trus ikut menambah pengetahuan orang tentang destinasi wisata/keindahan Indonesia juga, siapa tau nanti suatu saat dibuat buku atau dicari orang untuk referensi, bakal bermanfaat juga, hm… katanya travel responsibly, hehehe 😀

Oh, maap, baru baca … ternyata sponsornya rokok ya? Maap, saya gak bisa 🙂 But thanks for letting me know 🙂

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Journey
Wrapping up #Chinese Silk Route

Glad to be back to Xi’an! Rather than going to Xi’an typical touristic spots (the Terra cotta Warriors, the City Wall, the Muslim Street and so on; I went there but you can ask google for more), I chose to end the first leg of my #SilkRoute trip at Shaanxi Provincial History …

Journey
798 Art Zone of Beijing

After a full day check up at the hospital, I headed out to see what Beijing had to offer. Instead of going to usual touristic spots, I headed to 798 Art Zone at Dashanzi. Previously a complex of factories, urbanization pushed these factories in 2004 out of town, giving spaces …

Journey
Winter wonderland at Urumqi

Winter wonder(slippery)land. Urumqi City from above. Cold.