[Teluk Cenderawasih, Papua] Mendayung di Atas Wamarang

Anak-anak Desa Randawaya di atas wamarang
Anak-anak Desa Randawaya di atas wamarang

Sebagai daerah kepulauan, transportasi air paling sering digunakan di sekitar Teluk Cenderawasih. Walau kini mesin banyak menempel di belakang kole-kole (perahu kayu), beberapa tempat masih bertahan menggunakan wamarang.

Diambil dari kata marang, jenis pohon berkayu kuat di Pulau Yapen, di desa-desa di pesisir pantai Yapen, wamarang jadi alat transportasi yang wajib dimiliki tiap keluarga. Uniknya, sampan-sampan ini langsing sekali. Sebegitu sempitnya wamarang hingga pendayungnya duduk di atas, bukan di dalamnya. Mengemudikan wamarang juga perlu keahlian khusus. Susah! Mereka membuatnya dari kayu gelondongan, jadi tidak bisa seimbang. Butuh penyesuaian untuk melatih keseimbangan. Apalagi, jika dipergunakan untuk kegiatan seperti membawa air atau mencari ikan.

Di Desa Randawaya, satu dari tiga desa di atas laut distrik Teluk Ampimoi, Yapen, anak-anak belakar mendayung wamarang sebelum usia dua tahun. Mereka harus menguasai kemampuan ‘mengendarai’ sampan ini sedini mungkin. Sebab untuk pergi ke sekolah di darat, mereka harus mengandalkan wamarang. Wah … canggih sekali, ya.

Artikel lain tentang program Aku Cinta Indonesia (ACI), oleh Detik.com.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thoughts
Indonesia. (In)complete.

Twenty four hours was not enough to explore the City of Bengkulu, let alone the province. But twenty four hours was enough for me to say that I was inspired by a mix of worry, quirkiness, gratefulness, hatred, pride and acceptance. Life feels more present with a mix of these feelings; I felt alive too.

Thoughts
Traveling the Unknown

Very few – if any – people like to travel without itinerary, in uncertainty.

Journey
Journey to the Lesser Known: The Silk Route #1 – China

Journey to anew is always exciting as much as frightening. But, as you remember the Emperor’s last message to you, “Everyone can wander, but very few travels with a purpose.”