[Teluk Cenderawasih, Papua] Ini Cara Makan Papeda

Papeda, Ikan Kuah Kuning dan Tumis Bunga Pepaya
Papeda, Ikan Kuah Kuning dan Tumis Bunga Pepaya

Bahan makanan utama orang Papua sebenarnya adalah umbi-umbian, jagung dan sagu. Meski belakangan nasi sudah menjadi makanan utama, ketiga jenis makanan tadi tidak lenyap begitu saja. Sagu lah yang paling banyak dikonsumsi. Salah satu masakan berbahan dasa sagu paling popular adalah papeda.

Papeda itu berupa cairan kental seperti lem. Dimakan bersama ikan laut berkuah kuning, rasanya segar. Kadang ditemani tumis kangkung atau bunga papaya. Kombinasi ketiganya sungguh lezat. Membuat kami jadi ketagihan.

Awalnya butuh penyesuaian untuk makan papeda. Rasanya agak aneh di lidah, cara makannya pun tak seperti nasi. Dulu, orang Papua menggunakan gata-gata, lidi dari daun sagu yang ditekuk dua seperti sumpit Gata-gata dgunakan dengan cara diputar-putar ceat dalam seonggok papeda hingga terbentuk gulungan.

Celupkan gulungan papeda ini ke kuah kuning dan hap .. suapkan ke mulut. Tak perlu dikunyah. Cukup rasakan teksturnya dengan lidah dan langsung telan. Ikan dan tumis sayuran bisa dimakan di antaranya.

Di Kota Biak, hampir seluruh tempat makan menghidangkan makanan ini. Uniknya, papeda ternikmat yang kami rasakan justru yang dihidangkan keluarga Bapak Marten Mandenasi di Desa Barawai, distrik Yapen Timur, Pulau Yapen. Mungkin karena papeda-nya berbumbu. Mungkin juga karena ikan cakalang kuah kuning buatan Ibu Mandenasi dibuat dengan cara diasap terlebih dahulu. Jadi, gurihnya daging ikan terasa hingga ke seratnya. Yummy…

Artikel lain tentang program Aku Cinta Indonesia (ACI), oleh Detik.com.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.