[Teluk Cenderawasih, Papua] Cenderawasih Pamer

Burung Cenderawasih
Burung Cenderawasih

Ke Papua tidak afdal tanpa melihat burung cenderawasih. Melihatnya di kandang lebih tidak afdal lagi. Jadi, kami menyempatkan pergi ke desa Barawai, di ujung timur Pulau Yapen. Hutan di desa ini adalah salah satu habitat asli Cenderawasih. Ini satu-satunya habitat cenderawasih yang dijaga oleh warga atas inisiatif sendiri.

Burung khas Papua ini biasa melakukan ritual menari di pohon setiap pagi, pukul enam hingga pukul delapan. Gerakannya lincah Suaranya juga merdu. Siapkan teropong untuk nonton ‘show’ ini.

Momentum langka lain adalah berenang bersama hiu paus di perairan Nabire. Tenang, hiu ini tidak ganas seperti hiu yang kita lihat di film Jaws. Ukurannya memang jauh lebih besar, panjangnya sampai 12 meter. Tapi, mereka bersahabat. Ikan terbesar di dunia ini tidak bergigi dan hanya makan plankton.

Di perairan Tanjung Kwatisore, Nabire, mereka sering muncul ke permukaan. Mereka biasa mencari makan di sekitar bagan (rumah tempat mencari ikan yang terapung di atas aut). Di sinilah kami berdua berenang, walau tak berani terlalu dekat dengan ikan-ikan itu.

Artikel lain tentang program Aku Cinta Indonesia (ACI), oleh Detik.com.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thoughts
Indonesia. (In)complete.

Twenty four hours was not enough to explore the City of Bengkulu, let alone the province. But twenty four hours was enough for me to say that I was inspired by a mix of worry, quirkiness, gratefulness, hatred, pride and acceptance. Life feels more present with a mix of these feelings; I felt alive too.

Thoughts
Traveling the Unknown

Very few – if any – people like to travel without itinerary, in uncertainty.

Journey
Journey to the Lesser Known: The Silk Route #1 – China

Journey to anew is always exciting as much as frightening. But, as you remember the Emperor’s last message to you, “Everyone can wander, but very few travels with a purpose.”