[Teluk Cenderawasih, Papua] Anggrek Kribo

Anggrek Tanah Papua
Anggrek Tanah Papua

Oleh-oleh Papua lain yang tak boleh ketinggalan adalah anggrek. Saat di Pulau Moor, Nabire, kami diajak berkeliling Desa Ayombai oleh Kepala Desa. Saya tertegun, desa ini sangat cantik, setiap rumah punya kebun dan bunga anggrek, tentunya. Di salah satu rumah, sebuah anggrek berwarna oranye tampak menjulang tinggi. Lima petalnya panjang, berulir seperti rambut ikal. Itulah Anggrek Kribo.

Anggrek cantik ini termasuk jenis yang bisa dibawa keluar Papua. Selain di Pulau Moor, di sekitar Kota Biak banyak penduduk yang menjualnya. Beberapa jenis anggrek dilarang keluar Papua, karena terancam punah. Misalnya Anggrek Raja dan Anggrek Hitam.

Kepala Desa sempat menawari kami membawa pulang Anggrek Kribo. Sayang, waktu itu perjalanan kami masih panjang. Lagi pula, ada rasa tidak tega membayangkan si kribo harus terpisah dari populasinya.

Artikel lain tentang program Aku Cinta Indonesia (ACI), oleh Detik.com.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.