[Teluk Cenderawasih, Papua] Anggrek Kribo

Salah satu koleksi di Taman Anggrek Biak | (c) Endro Catur
Salah satu koleksi di Taman Anggrek Biak | (c) Endro Catur


Oleh-oleh Papua lain yang tak boleh ketinggalan adalah anggrek. Saat di Pulau Moor, Nabire, kami diajak berkeliling Desa Ayombai oleh Kepala Desa. Saya tertegun, desa ini sangat cantik, setiap rumah punya kebun dan bunga anggrek, tentunya. Di salah satu rumah, sebuah anggrek berwarna oranye tampak menjulang tinggi. Lima petalnya panjang, berulir seperti rambut ikal. Itulah Anggrek Kribo.

Anggrek cantik ini termasuk jenis yang bisa dibawa keluar Papua. Selain di Pulau Moor, di sekitar Kota Biak banyak penduduk yang menjualnya. Beberapa jenis anggrek dilarang keluar Papua, karena terancam punah. Misalnya Anggrek Raja dan Anggrek Hitam.

Kepala Desa sempat menawari kami membawa pulang Anggrek Kribo. Sayang, waktu itu perjalanan kami masih panjang. Lagi pula, ada rasa tidak tega membayangkan si kribo harus terpisah dari populasinya.


Lihat tulisan lain dalam perjalanan ke Papua Utara.

This entry was posted in Ekspedisi, Informasi, Inspirasi, Publikasi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.