Rumahku Indonesiaku

“Soia Nera”
Soyena nerenya terakum lera
soraneye selaneya natuse rageika
yamasa timilra nielamsea
lamarea leanesia lamasendonesia

Iklan ini umurnya sudah empat tahun. Pernah lihat kan? I’m against cigar, yes. Tapi buat hasil karya yang satu ini, saya kasih ke-empat jempol saya.

Konon kabarnya, pembuat iklan ini ingin mengingatkan kita kalo Indonesia itu luas, direpresentasikan beberapa pulau/daerah Indonesia yang terluar yaitu Merauke (timur), Pulau Ndana (selatan), Pulau Weh (barat) dan Pulau Miangas (utara).

Mirisnya, beberapa pulau-pulau terluar di Indonesia itu justru lebih dekat dengan negara tetangga, seperti Pulau Ndana dengan Australia dan Pulau Miangas dengan Filipina. Jadi, wajar aja kalo Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia.

Buat saya, iklan ini tetap ngingetin kalo Indonesia luas banget dan suatu saat saya akan keliling Indonesia.

Amin.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thoughts
Being a minority

When a nut meets its proper bolt or the two pieces of puzzle properly attached, things may seemed ideal. And this ‘ideal fit’ can be quickly perceived as truth. Worse, like a bird born in cage believing that flying is bad, a person born and grew up with given idea will believe that it is the only true idea. Traveling to places where I became part of its minority challenged me to re-question and redefine what constitutes to true and ‘truth.’

Travel
Jangan Jual Keramahan Kami

Pertanyaan ingin tahu seperti “Sedang apa di sini?”, “Penelitian ya?” atau “Jual apa?” mewarnai perbincangan saya selama perjalanan di Nusa Tenggara Timur. Terlalu sering hingga kadang bikin saya bosan menjawab. Padahal keingintahuan ini ternyata tak lebih dari keramahan orang NTT. Ternyata yang dibutuhkan sungguh sederhana: lepas “kacamata turis”.

Travel
2
Cerita dari Secangkir Nasgithel

Hidup itu meriah. Penuh warna. Penuh rasa. Penuh pilihan. Tak heran, ketika traveling, sebisa mungkin saya melarutkan diri dalam kebiasaan penduduk setempat minum teh atau kopi. Teh dan kopi pula yang berada dalam daftar oleh-oleh kuliner saya. Tak hanya aroma dan rasanya yang layak dibicarakan, tapi juga beragam kebiasaan, sejarah hingga romansa yang larut dalam panas, legi (manis) dan kenthel (nasgithel) nya kedua minuman ini.