Ngabur di Sindang Barang: Mengisi Batere yang Setengah Penuh

Dihukum lari

Menurut seorang teman, bisa jadi saya menderita sindrom ADHD – Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Bahasa kerennya: pecicilan nggak bisa diem!

Ketika jalan-jalan, kadang “kecentilan” saya membuahkan hal-hal tak terduga.

Kalau nggak kelamaan ngobrol di warung kopi mungkin saya nggak bakal nginep di rumah penduduk dan belajar mengiris daun tembakau Sumenep. Kalau nggak ngabur dari pak polisi, saya bakal penasaran akan mesjid yang konon katanya jadi markas teroris di Lahore. Kalau nggak merambah semak-semak bahkan hampir terpeleset jatuh ke dasar tebing cadas, mana mungkin saya bisa merasakan sensasi berpakaian “lengkap” hanya dengan sepotong cawat di tengah orang-orang yang asyik nudis di Sydney.

Di Sindang Barang, bosan akan sunrise yang agak flat – walau ternyata bagus di foto seorang teman – saya malah “ngabur” dari desa budaya, bergerak mendekat hutan di kaki Gunung Salak. Sialnya, saya tak pernah sampai di hutan itu.

Saya malah ngobrol dengan pemuda-pemuda desa (cieeh…) di pinggir kali, ikut ngantri jamban umum karena kebelet buat air, foto-foto bersama anak-anak yang sedang di-strap oleh pelatih mereka karena nendang bola nggak benar, dengerin curhat petani yang panennya berkurang karena air tanah habis disedot pabrik, ditawarin seikat kangkung yang baru saja dipetik di kebon belakang rumah sampai nongkrong di warung ditemani segelas kopi dan pisang goreng.

Semua berasa kecil memang. Namun cerita-cerita “kecil” dari “orang-orang kecil” itu justru yang bikin perjalanan jadi lebih nikmat. Seperti kata seorang pintar yang pernah menghampiri saya dua belas tahun lalu, “lihat ke bawah, kamu akan bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang.”

Ngabur, walau biasanya berujung kekesalan teman-teman seperjalanan, kadang malah berbuah manis: pulang dengan batere terisi kembali.

Ayo ngabur!

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Journey
Wrapping up #Chinese Silk Route

Glad to be back to Xi’an! Rather than going to Xi’an typical touristic spots (the Terra cotta Warriors, the City Wall, the Muslim Street and so on; I went there but you can ask google for more), I chose to end the first leg of my #SilkRoute trip at Shaanxi Provincial History …

Journey
798 Art Zone of Beijing

After a full day check up at the hospital, I headed out to see what Beijing had to offer. Instead of going to usual touristic spots, I headed to 798 Art Zone at Dashanzi. Previously a complex of factories, urbanization pushed these factories in 2004 out of town, giving spaces …

Journey
Winter wonderland at Urumqi

Winter wonder(slippery)land. Urumqi City from above. Cold.