Ten Seconds It is!

Sunset di Bangko-Bangko alias Desert Point
Sunset di Bangko-Bangko alias Desert Point

Ketika bertemu Bernardo, umurnya baru saja beranjak seperempat abad. Namun dengarlah cita-citanya “I want to ride all the cool waves around the world before turning thirty.”

Cita-cita “gila” itulah yang bikin surf freak dari Spanyol ini rela terpanggang matahari, merayapi bukit berpasir Lombok Barat Daya dengan motor bebek butut sewaan dan berjuang melewati Tanjakan Semaye (dalam bahasa lokal artinya penyesalan) hingga akhirnya tiba di Bangko-Bangko, sebuah surga untuk surfing di Lombok Barat Daya.

Buat saya, cita-cita surfer gondrong ini bikin hati membuncah, saya juga harus bisa! “If you can ride at least ten seconds – my standard – you’re a surfer” katanya sambil berderai tawa.

Tapi, tawaran Bernardo mengajarkan surfing terpaksa harus saya tolak. Selain karena kecelakaan yang membuat saya tidak bisa terkena air, gulungan ombak Bangko-Bangko yang konon bisa tiba-tiba setinggi rumah, bikin hati mengkeret.

Papan surfing sewaan yang saya bawa pun akhirnya cukup ngejogrog pasrah di sudut pondok bambu tempat kami menunggu ombak.

Padahal, hari itu ombak sedang “datar”. “(I’ve) been here for a week waiting for the ‘it’ wave,” kata Bernardo.

Hari itu, cuma ada Bernardo dan dua orang surfer bule lain di Bangko-Bangko. Sembari menunggu, mereka duduk-duduk di bale bambu sambil sesekali menghibur diri dengan gitar pinjaman pemilik pondok.

Kehadiran saya – dengan membawa papan surfing – sempat bikin penjaga pondok heran. “Jarang turis lokal datang untuk surfing. Kalaupun ada, (mereka) paling cuma ngejar sunset,” kata salah satu penjaga.

Sungguh disayangkan. Suatu saat, saya akan balik ke tempat ini. Bukan cuma mengejar sunset (seperti turis lokal lain), tapi seperti Bernardo bilang, “ten seconds it is!”

Jalan rusak berkerikil tajam dan berpasir menuju Bangk-Bangko
Jalan rusak berkerikil tajam dan berpasir menuju Bangko-Bangko
Semburat cahaya matahari terbenam di Bangko-Bangko
Semburat cahaya matahari terbenam di Bangko-Bangko
Deretan pondok bambu rustik memayungi surfer selagi menunggu ombak
Deretan pondok bambu untuk menunggu ombak
Surf freak Bernardo
Surf freak Bernardo
Gulungan ombak Bangko-Bangko yang masih "datar"

pengalaman yang asik ya. mudah2an lain kali kalau ke sana lagi kamu bisa surfing. nice beach. hope someday i can be there

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.