Nasionalisme yang (Terlanjur) Basi

Thoughts

Dalam perjalanan menuju pulau Tunda, seorang teman bilang, “hari ini gue ngerasa nasionalis banget”. Ya, bersama dengan tim terkait (yang tidak usah disebutkan namanya) dan jurnalis sebuah teve nasional, kami memang akan mengibarkan merah putih di bawah laut sekitar pulau itu sekaligus merayakann tujuh belas Agustus.

Saya senyum-senyum kecut. Hari gini, masih ada ya yang namanya semangat kemerdekaan?
Udah hampir sepuluh tahun saya nggak pernah nyentuh hal-hal berbau tujuhbelasan; tidak sebagai peserta maupun penggembira. Alasannya mungkin akan diamini banyak orang; basa-basi! Ah, sudah lah. Lagipula, alasan utama saya mengiyakan tawaran pengibaran bendera ini karena ingin mengasah buoyancy yang masih kacau plus memerawani diver log yang baru diambil dua hari sebelumnya.
Ketika briefing, saya perhatikan percakapan peserta sekedar membuktikan ucapan teman saya tadi. Sejauh saya bisa tangkap, tiap peserta nampaknya datang dengan agenda sendiri yang justru lebih kentara dibandingkan nasionalisme yang teman saya bilang itu. Saya? Saya masih jujur dengan buoyancy dan diver log saya aja deh…

Saat bendera terpasang dan seluruh penyelam berada di bawah air, saya sempat trenyuh. Salah seorang peserta menginstruksikan kami turun ke dasar dan, ya, menginjak-injak karang yang entah kapan akan tumbuh lagi cuma untuk mendapatkan angle kamera yang bagus.

Melihat kaki merusak bumi dan merah putih menaungi kepala, saya sempat nangis. Ini nih yang namanya semangat kemerdekaan?

Sore harinya, saya mendapat jawaban dari “laut”. “Dia” bilang, semangat kemerdekaan mungkin masih ada, tapi prioritasnya jauh di bawah kepentingan manusiawi lain. Hiks… sedihnya.

Tujuan “manusiawi” saya memang tercapai; saya lebih pede dengan weights 2kilo dan normal buoyancy yang terkendali. Tapi, dengan nasionalisme saya yang mungkin masih “ke laut aje”, janji saya ketika ujian bulan lalu akan tetap sama; menyelam dengan baik supaya terumbu dan ikan nggak sampe rusak.
Hidup buoyancy! Eh salah, hidup Indonesia!

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Life
Thank you 2017!

You gave me lessons to be happy with and continue life what I had; in this case, this carry on and backpack and the basic stuffs inside.

Life
Menjadi Keran

Saya kenal arti investasi jauh sebelum saya fasih apalagi terbiasa mengucapkannnya. Tak begitu jelas kapan saya mulai menghayati kata ini. Bisa jadi ketika saya diminta presentasi ‘mempertanggungjawabkan masa depan’ di depan orangtua saya, selang beberapa hari setelah diwisuda Oktober 1999. Berbekal coretan di selembar kertas A4, kemudian dilanjut dengan slide …

Life
Home Was Not As It Used To Be

I didn’t plan traveling – except for work – to any parts of Indonesia this year. Somehow, I decided to buy ticket to Ambon with no specific plan other than marking my ten years of diving. The dives were okay, but I spent the rest of the holiday as a …