Beberapa Jam di Kuching

Waterfront, Kuching
Waterfront, Kuching
Mendengar namanya, bisa ditebak kalau kota Kuching ada kaitannya dengan hewan bernama latin Felis silvestris catus ini. Walau tak jelas bagaimana mendapatkan nama Kuching, kota ini bangga menyebut dirinya Cat’s City dan memiliki satu-satunya Musium Kucing di dunia.

Terletak di tepi sungai Serawak, hampir seluruh pusat hiburan dan wisata berpusat tak jauh dari kawasan yang biasa disebut waterfront ini. Beberapa bangunan bersejarah seperti Chinese Museum, Square House, Turtle Temple, Tua Pe Kong Temple, Court House dan Fort Margherita berada di sekitar area ini.

Berjalan ke arah barat dan selatan, ada Mesjid Raya Kuching dengan kubah emasnya yang dijaga sebuah kompleks kuburan kuno dari tahun 1852. Saya juga sempat tertegun ketika berdiri di depan lapangan Merdeka yang luas, bersih dan rapi. Ketidakhadiran pagar tinggi dan petugas jaga, tak membuat sampah menyambangi lapangan ini. Apa kabarnya Monas ya?

Walau tak semua berhasil dikunjungi, kota ini sangat mudah dan nyaman dijelajah dengan berjalan kaki. Beberapa jam yang saya habiskan di kota ini cukup memberikan kesan sebuah kota rapi, teratur dan ramah pejalan kaki.

ps: selagi di sini, sempatkan mencicipi kollo mee dan laksa sarawak yang terkenal itu.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Life
Redefining Heritage, Rethinking Legacy

“What would people think and say about you at your funeral? What would be your legacy?”

Society
Do You – Really – Live Your Life as A Local?

When we embrace this kind of ‘local’, it doesn’t matter what accent people speak, as long as they communicate seamlessly. It doesn’t matter who eats what for lunch, as long as they can share their dining table. It doesn’t matter who enters or leaves, as long as the community maintains, shapes and keeps redefining their locals.

Society
Fishes Know No Politics or Religions

Somehow, I didn’t care about the menu mistakes, the #meh coffee and all the tiring talks about religions and politics in this trip, but that LOL with a stranger perfectly ended my trip to Kei Islands.